Sabtu, 12 Desember 2020

" Mari Bangkit Kembali! "


" MARI BANGKIT KEMBALI "

By Kharisma Panji Khrisna

(Alumni SALMAN FT Unsoed)

Kata akh Panji, "Awali dengan Bismillaah. Semoga Allah ridha dengan apa yang kita kerjakan hari ini sehingga dimudahkan amal kita di kemudian hari. Semoga musibah yang menimpa kita, Allah ganti dengan yang lebih baik. " 😊😊

Jadi di TKAD (Training Kader Dakwah) Unsoed kali ini, sebetulnya pembahasannya sangat panjang, diawali dengan pengenalan sejarah LDK di Indonesia. Tapi ana disini hanya akan membagikan pembahasan yang menurut ana sangat penting untuk diketahui oleh teman-teman Muslim/Muslimah semuanya, bukan hanya para aktivis dakwah kampus. Ini cuma catetan ana yang singkat doang sih :)

Bismillaah. Semoga ngga membosankan yaa 😍

Memaknai Dakwah Kampus

Dakwah kampus itu dakwah yang dzohir (nampak secara fisik) dan sasarannya adalah sivitas akademika, bukan hanya mahasiswa. Sebagai aktivis dakwah kampus, kita perlu melakukan hal-hal mendasar seperti memakmurkan masjid. Namun kita juga perlu mengikuti perkembangan zaman, terbuka dengan perubahan nilai-nilai yang muncul, sampai kita mampu menjadi ulil amri atau pemimpin yang baik. Dan perlu diingat bahwa dakwah adalah perjuangan yang harus kita lakukan sampai akhir hayat!

Ranah Dakwah Kampus

Lembaga dakwah itu bukan hanya organisasi dengan jutaan proker! Hehe ngga jutaan juga sih, tapi yaa banyak deh pokoknya. Nah ranahnya sangat banyak, tapi yang paling penting atau mendasar adalah : 

Kaderisasi - Penting banget untuk menjaga kesehatan kader! Kalau kadernya sakit, organisasinya gimana doong? 😃

Syiar - Berperan menyampaikan dakwah kebaikan. Kajian-kajian yang sering diadakan oleh lembaga dakwah itu tuh, nah syiar lah yang memanajemen keberlangsungannya!

Keilmuan dan profesi/akademik - Ranahnya luas banget! Misalnya jadi asisten dosen, panitia ospek, organisasi lain seperti BEM/HIMA/KARTA. Melalui posisi atau organisasi itu, kita bisa menebar kemaslahatan yang luas. Misalnya, kita memastikan jadwal ospek tidak menabrak waktu solat. Ini penting karena sebagian besar hidup kita dihabiskan di kampus, iya kan, hehe.

Pelayanan umat - Kita bukan hanya melayani sivitas akademika, loh, tapi juga umat. Misalnya dengan mengadakan bakti sosial, qurban Idul Adha, dan sebagainya.

Rohis Kampus vs. Rohis Sekolah

Dulu waktu SMA ada rohis (kerohanian islam) juga kan, yaa? Loh apa bedanya dong sama yang di kampus? Kan sama-sama aktivitas pemuda yang bergerak di bidang keislaman?

Ya, betul!

Bedanya, ranah dan cakupan rohis kampus lebih luas. Rohis kampus tidak hanya di kampus tapi terjun langsung ke masyarakat misalnya dengan membina sebuah desa. Kaderisasinya lebih mendalam dan syiarnya lebih luas. ADK (aktivis dakwah kampus) harus berperan aktif sampai ke perumusan kebijakan dalam kampus! Ikut forum organisasi dan jangan diam saja ketika ada perkumpulan atau kebijakan yang menghasilkan banyak mudarat di kampus!

SKCTHI (Sekarang Kita Cerita Tentang Hari Ini)

DAKWAH?

Panjang jalannya, banyak rintangannya, sedikit pengikutnya

Katanya kita mengharap syafa'at Nabi dan Rasul di hari akhir nanti? Kalau gitu, teruskan perjuangannya, dong! Para Nabi dan Rasul dahulu berjuang keras untuk menanamkan ajaran tauhid kepada umat manusia. Maka kita yang ingin menjadi pengikutnya, ya harus banget berjuang juga. Berjuang dakwah! Meskipun amanah banyak, jalannya sulit, kita harus mengikuti perjuangan para Nabi untuk berdakwah agar kita mendapatkan syafa’atnya.

Bekal yang Dibutuhkan untuk Berdakwah :

Niat yang tulus – Bukan karena makhluk/amanah/popularitas/jabatan!

Jangan kau selesaikan amanahmu hanya karena kau ingin menyelesaikan amanah. Tapi, Lillaah lah.

Selesaikanlah karena Allah semata. 

Nyiapin kajian karena jadi penanggung jawab? Melaksanakan tugas karena posisi di organisasi? Sadarlah! Itu tidak akan bertahan lama. Tuluslah karena Allah, supaya setelah lulus dari kampus, kita tidak kehilangan rukhyah dakwah kita.

Al Mahabbah (Cinta) – Tidak ada jarak jika sudah cinta eaa. Sesungguhnya, niat yang tulus akan menumbuhkan cinta. Dahulu, Abu Bakar r.a rela diam digigit ular demi tidak membangunkan Rasulullah SAW. Masyaallah! 

Cintai dulu jalan dakwah ini, agar mudah langkah kita dalam melanjutkan perjalanannya yang terjal

Ghirah (cemburu/semangat/motivasi) – Garis finish jalan dakwah itu jauhhhh sekali. Pergerakan kita harus dijaga. Finishnya yaa kalau sudah di surga atau neraka. Untuk menjaga ghirah, kita perlu punya teman yang baik/taat, ikut kajian, ikut muhasabah, dan sebagainya. Tanpa dikelilingi teman yang haus beribadah, maka kita tidak akan pernah haus beribadah!

Jamaah – Islam tumbuh pada amal jama’i. Yaak! Amal yang dilakukan bersama akan terasa lebih ringan.

Akhlak dan intelektual – Akhlak adalah bagaimana kita bersikap terhadap sesuatu. Sebagai seorang muslim sekaligus aktivis dakwah, kita tidak boleh terlalu banyak diam termasuk saat pandemi COVID-19 seperti sekarang. Buatlah strategi, apa yang akan kita lakukan setelah pandemi berakhir? Kita harus cerdas dalam meramu metode dakwah loh!

Low Order Thinking vs. High Order Thinking

Mengingat, memahami, mengaplikasikan (LOT) - standar bocah SMA!

Sampai ke analisis, evaluasi, membuat/merekayasa (HOT) – standar kader dakwah kampus!

Kita, ADK, bukan event organizer! Bukan hanya pelaksana program kerja. Jangan hanya terpaku pada program kerja awetan (tahun-tahun sebelumnya). Pahamilah kebutuhan dan canangkanlah program yang dapat mengatasi masalah saat ini!

Kejayaan Islam Masa Nubuwwah/Awal

Referensi : Q.S. Al-Ahzab ayat 21

Islam pada masa nubuwwah atau masa awal keberadaannya, Rasulullah sangat kuat dan adil dalam memimpin ummat sehingga Islam berada pada masa kejayaannya. Jadi kita perlu mencontoh beliau agar Islam kembali jaya. 

Halo para pemimpin! Adil lah, karena adil yang paling mendekati benar. 

Di samping itu, organisasi dakwah juga memerlukan jamaah yang mensupport tindak tanduk sang pemimpin. Pemimpin dan yang dipimpin harus saling mendukung, jangan bergerak sendiri-sendiri. Nasihat menasihati dan rasa cinta antar jamaah dan antara jamaah dengan pemimpin adalah kunci keberhasilan lembaga dakwah 😍

Karena, esensi pergerakan adalah bertambahnya saudara seiman, bertambahnya kuantitas & kualitas jamaah, dan bertambahnya rival fastabiqul khairat!

Tantangan Dakwah Saat Ini

Silau oleh dunia – Jabatan/akademik adalah yang paling berbahaya. 

Perlu diingat! Masuk LDK (lembaga dakwah kampus) atau tidak, kamu tetap berkewajiban untuk dakwah dan ibadah.

Hm, tapi tapi tapiii akademik ini amanah orang tua aku.

Iya, aku paham. Aku juga, kok. Kita semua. Tapi, cobalah untuk yakin, Allah akan menolong kita selama kita menolong yang lain, menolong agama Allah. Allah adalah penolong kita. Jangan terlalu sibuk mengejar akademik atau jabatan sehingga dzalim dengan amanah-amanah Islam kita yang lain, misalnya hafalan Al-Qur'an. Astaghfirullaah, sudah sebanyak apa hafalan kita?

Ada 5 hari untuk kuliah, loh! Tidak bisa kah kita gunakan 2 harinya untuk ber-Islam dan menebar manfaat bagi ummat?

Menjadi pribadi yang konsumtif -  Bukannn bukan konsumtif jajan, wkwk. Maksudnya, janganlah kita sebatas amar ma’ruf tapi juga HARUS nahi munkar. Jangan cuma datang kajian, mencatat, lalu pulang. Tapi, bagikanlah catatan kajian kita, ajak orang lain juga untuk kajian/beribadah/berbuat baik.

Sebab, konsekuensi ilmu adalah amal.

Terlalu manusiawi - Loh loh, apa ini maksudnya?!!!

Sekarang ini, aktivis dakwah di LDK terlalu memanjakan teman-temannya. Misalnya, sebelum syuro/rapat, pernahkah kita mengajak aggota rapat untuk terlebih dulu membaca satu juz Al-Qur'an? Pernahkah sebelum buka puasa bersama, kita saling setor hafalan Al-Qur'an?

Jangan-jangan......

Kurang membangkitkan amal yaumi - Ikutkan Allah dalam segala kegiatan kita. Sebaiknya, kader LDK mewajibkan anggota LDK untuk memantau amal yauminya. Bukan untuk riya, ini untuk memotivasi kita semata. Kalau tidak dievaluasi, biasanya bablas!

Ada tambahan dari akh Panji, nih :

Ibrah atau pelajaran yang bisa kita ambil dari pandemi COVID-19 itu banyak! Salah satunya adalah syuro bisa dihadiri dimana saja loh, karena diadakan secara daring/online! Meskipun COVID-19 sudah tidak ada nantinya, tetap adakan syuro online untuk yang tidak bisa offline. 

Instrument Sistem Dakwah :

Meskipun ada kekurangan di diri kita atau LDK, jangan sampai kita tidak bergerak untuk berdakwah.

Apa saja sih yang perlu diperhatikan dalam dakwah kampus?

Visi misi "Kampus Madani" - Cirinya? Islam itu ada di kampus kita! Contoh sederhananya adalah waktu solat dzuhur tidak dipotong oleh kuliah. Di kampus, yang muslim senang berislam dan yang non muslim nyaman dengan kita.

Estafet dakwah yang benar - Staff, pimpinan, dan DPO. Ketua haruslah cerdas dan bijak, staff paham dengan arahan ketua, dan ketua menjaga komunikasinya dengan alumni

Rencana strategis - Strategi bisa didapat dari membaca, berdiskusi, maupun  berkumpul dengan ketua-ketua sebelumnya agar mendapat arahan yang benar. Inilah yang hampir sering dilupakan oleh para aktivis dakwah. Bergerak tanpa rencana. Apa yang bisa diharapkan?

Pola kaderisasi - Pembinaan staff kering, materi atau training tidak berjalan. Lagi lagi, bagaimana organisasi mau sehat jika kadernya saja sakit? Yukkkk bentuk kader-kader cerdas, hebat, dan kuat!

Musyang dan optimalisasi reorganisasi - Pastikan bahwa pembahasan dalam musyang itu benar! Untuk reorganisasi, pilihlah orang yang memang pas di posisinya dan petakan dengan sebenar-benarnya. Jika dia bagus pemikirannya, jadikan ketua. Jika dia bagus sebagai pekerja, jadikan dia wakil ketua. Sebab, ada orang yang bagus sebagai seseorang tapi tidak bagus sebagai pemimpin. 

Mengapa Madani Terlihat Fana?

Karena instrument dakwah belum dilaksanakan dengan baik!

Ingin mengubah instrument tapi tidak paham. Haduhh. Boleh memperbarui tapi harus memahami esensi ya! Jangan asal bertindak tanpa tujuan.

Ada faktor transfer ilmu yang tidak kontinyu - Yang tua tidak mengajar, yang muda tidak bertanya.`Bagaimana transfer ilmu muncul coba?

Kita punya rencana strategi tapi kita tidak cross check Kesalahan ini sering berulang! Kita punya rencana strategi tertulis namun tidak pernah kita check apakah strategi kita berhasil atau tidak. Jika dapat memperbaiki kesalahan tahun lalu, Alhamdulillah. Jika tidak bisa, jangan ditambah. Temu alumni dan diskusilah dulu sebelum membuat strategi baru, jangan langsung bergerak.

Pertanyaan : Wahai para aktivis dakwah kampus, tahukah kamu bahwa lembaga dakwahmu punya rencana strategi tertulis? Hayooo

Setelah Pandemi, LDK Perlu Memperbaiki Diri!

Waduh, nampaknya sulit. Gimana nih caranya?

Kembalikan ghirah - Kita sama-sama merasakan betapa berkurangnya semangat kita dalam belajar dan mengajarkan ilmu Allah selama pandemi. Kegiatan daring selalu menjadi alasan kita untuk bosan, sakit mata, lelah, dan sebagainya. Berjanjilah setelah pandemi berakhir, kita akan semangat kembali!

Memahai LDF tahun depan - Angkatan 2019 mungkin belum mengenal budaya LDFnya karena belum sempat melaksanakan proker offline dan harus sudah menerima nasib hidup di masa pandemi haha.  Pahamilah LDF kita setelah pandemi selesai. Mari pahami esensi setiap program kerja. Jangan langsung dijalankan begitu saja tanpa tahu apa manfaatnya.

Perbaikan sistem organisasi - Misalnya AD ART dan rencana strategi. Ini harus selalu disesuaikan dengan kondisi yang sedang berlangsung. Kalau sudah tidak pandemi, mbok ya diganti ngono lho!

Peningkatan kapasitas kader - Jangan sampai kader ADK hanya paham segala sesuatu yang berhubungan dengan akidah, akhlak, fikih, tarikh, dan sebagainya. Latihlah juga mereka dengan kemampuan yang nantinya akan membuat mereka menjadi manusia yang lebih bermanfaat, misalnya pelatihan desain, Ms. Word, excel, power point, study banding/jaulah.

Kekurangan Kader :

Kurang literasi – Kurang membaca/diskusi/mendengar. Ini menyebabkan kader kurang kreatif dan inovatif dan kurang tanggap terhadap masalah yang ada.

Tidak tertata urusannya – Buruk manajemen waktu. Padahal ciri umat Islam yang baik adalah baik manajemen waktunya.

Klise/fragmatis/asal jadi/yang penting selesai – Seharusnya ADK itu visioner dan sistematis, terutama qiyadah atau ketua departemennya. Setiap program harus terarah apa tujuan dan manfaatnya. Tidak hanya menggugurkan kewajiban melaksanakan program kerja.

Minim komunikasi dan relasi – Diskusi antar staff jarang dan komunikasi dengan LDF dan alumni pun jarang. Alhasil, kita tidak tahu apa yang kurang dan harus diperbaiki dari lembaga dakwah kita.

Keringnya halaqah – Kebanyakan mahasiswa masuk LDK untuk perbaikan diri, betul? Jadi seharusnya kita hidupkan pembinaan. Kalau pembinaan staff atau kader saja kering, bagaimana mau syiar dengan benar? :)

Gap pemahaman kader :

Pada intinya, semakin tahun jumlah kader LDK semakin banyak, namun kualitasnya?

Materi banyak yang tidak tersampaikan, liqo/mentoring banyak tidak dijalankan.

Terakhir 

Pengujian Iman

Percayakah kalian kalau kemenangan Islam akan hadir?

Percayakah kalian kalau sekarang Islam sedang ada dalam keadaan tercekik?

percayakah kalian kalau Allah akan menolong dalam setiap pengorbanan?

Percayakah kalian kalau pada zaman Umar bin Abdul Aziz, lumbung selalu penuh?

Percayakah kalian kalau Allah akan mudahkan jalan bagi para penuntut ilmu?

Percayakah kalian kalau Allah tidak akan membebani di luar kemampuan hamba-Nya?

Jika IYA, maka tidak ada alasan KALIAN untuk TIDAK BERJUANG DI JALAN DAKWAH YANG TERJAL NAMUN INDAH INI.

Sebelum mati, berdakwahlah. Surga itu jauh jadi memang harus dikejar dan jalannya ditempuh.


Jazakumullah khairan katsir!

Terima kasih banyak! Semoga usahamu untuk membaca catatan ini diridhai dan diganjar pahala oleh Allah. Aamiin allahumma aamiin. 💕

 

Sabtu, 06 Juni 2020

Kak, Kedokteran Unsoed Itu Biaya Kuliahnya Berapa sih?

Bismillaah

Hai!

 

Jadiiii. Tulisan ini aku buat karena banyak banget calon mahasiswa baru yang menanyakan hal seperti judul tulisanku ini. Sampai aku copas copas aja penjelasannya :)

Okey. Sepertinya memang perlu dijelaskan. Aku hanya akan membahas kampusku karena aku ngga kenal kampus orang lain. Hehe :)

Sistem pembayaran uang kuliah per semester di Fakultas Kedokteran Unsoed adalah UKT (Uang Kuliah Tunggal) di mana pembayarannya itu per semester dan sudah termasuk biaya almamater, ujian, praktikum, dan sebagainya. Jadi kamu cuma bayar satu kali setiap satu semester dan tidak ada lagi biaya lainnya.

 

"Ada uang masuknya ngga, Kak?"

Okay.

Aku paham yang kalian maksud adalah uang pangkal yaitu uang yang harus dibayarkan ketika pertama masuk atau diterima di jurusan yang dipilih. Uang pangkal ini memang terkenal menyeramkan di telinga banyak calon maba dan orang tua calon maba karena nominalnya yang biasanya fantastis, apalagi untuk fakultas kedokteran.

Nah di FK Unsoed ini juga ada uang pangkal, TAPI HANYA UNTUK yang diterima melalui Jalur SPMB atau jalur mandiri di mana ujian masuknya dilakukan langsung oleh universitas bukan oleh Kemenristekdikti RI.

Jenis ujian seleksi masuk PTN itu, seperti yang mungkin kalian udah paham banget, kan ada 3, yaitu SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), dan Ujian Mandiri. Nah... Kalau kamu diterima di FK Unsoed lewat SNMPTN atau SBMPTN, kamu terbebas dari uang pangkal yang mengerikan.

 

Lalu, the next most frequently asked question iiiis "UKT nya berapa, Kak?"

Baiklah. Biar jelas, ini aku lampirkan link SK Biaya Pendidikan Unsoed yaa, masih sama kok sampai pas tahun aku masuk (2019).

 

http://spmb.unsoed.ac.id/sites/default/files/Lampiran_SK_Biaya_Pendidikan.pdf

 

Nah bisa dilihat yaa, di situ ada pembagian ke dalam beberapa golongan, yaitu I, II, ..... VII. Terlihat dari golongan I sampai VII nominalnya semakin besar. Jadi, setiap dari kalian mungkin UKT nya berbeda. Besaran UKT ini didasarkan pada penghasilan orang tua kalian. Semakin besar penghasilan orang tua, ya semakin besar UKT yang harus dibayar tiap semesternya.

"Kak, kalau gaji orang tuaku segini, kira-kira aku golongan berapa?". Maaf aku tidak bisa memenuhi keinginan kalian untuk mengetahui itu. Soalnya, nanti pihak kampus akan mempertimbangkan berbagai hal juga, seperti berapa saudara kandung kamu, yang mana dapat mempengaruhi besaran  UKT. Jadi kamu harus masuk dulu, barulah tahu.

"Loh, Kak, itu apa Biaya Kuliah Tunggal yang sampe 20an juta itu? Ayahku ngga punya uang sebanyak itu :(. ". Tenang gais, tenang! Jadi, dulu aku pernah bertanya kepada pihak kampus langsung mengenai BKT ini. Nah mereka bilang, BKT ini HANYA UNTUK MENGINFORMASIKAN fakta berapa besarnya biaya yang sebenarnya dibutuhkan oleh jurusan untuk dapat melaksanakan perkuliahan dengan maksimal. Nah karena kita ini PTN, maka BKT itu ENGGA ADA. Karena, BKT itu di-cover atau ditutupi atau dibantu oleh pemerintah yang mulia hatinya. 

Jadi ya yang perlu kita bayar CUKUP UKT DI TIAP SEMESTER saja.

 

Gimana? Cukup jelas, temen-temen?

Ini aku jelaskan berdasarkan yang aku tahu, baik berdasarkan pengalaman tahun lalu maupun bertanya pada pihak kampus. 

 

"Jadi dokter itu susah. Otak sama duit harus maju bareng." - Anonim -

Otaknya betul sih, tapi engga dengan duitnya. Engga sepenuhnya betul, engga sepenuhnya salah. Kalau kalian bisa membunuh saingan kalian dan berhasil lolos SNMPTN atau SBMPTN, cukup amanlah duit lian!

 

Bisa komentar langsung di bawah kalau ada yang mau ditanyakan, atau hubungi aku lewat instagram :

@pujiastutiretno123

 

See ya, future doctor!

 

 


Jumat, 29 Mei 2020

Ta'aruf (Kenalan) Kuy

Bukan, bukan ta'aruf sebelum membangun keluarga :) . Ta'aruf dengan penulis blog ini, wehehe.

Bismillaah.
Assalaamu'alaikuum warahmatullaahi wabarakaatu.
Hai, temen-temen!
Perkenalkan, namaku Retno Pujiastuti, biasa dipanggil Retno. Kalau sudah akrab, cukup panggil "Ret" atau "No" aja. Aku manusia yang dilahirkan di Kota Kembang tapi sekarang sedang menempuh pendidikan di Banyumas. Tahu ngga kalau di Banyumas ada PTN (Perguruan Tinggi Negeri)? Semoga tahuu, wkwk. Yap aku sedang berkuliah di Universitas Jenderal Soedirman/Unsoed di Purwokerto, Banyumas, jurusan Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran.

Aku hobi menulis dari SD tapi engga pernah punya niatan untuk mendalami dunia sastra ini seperti bikin buku, nulis di platform nulis digital, dll. Cuma hobi nulis sesuatu yang random aja, hehehe.

Semoga blog ini bisa jadi tempat yang kalian sukai, banyak manfaatnya. Aamiin.

Sampai jumpa di tulisan-tulisan yang akan datang! Semoga kelak ada yang membaca

" Mari Bangkit Kembali! "

" MARI BANGKIT KEMBALI " By Kharisma Panji Khrisna (Alumni SALMAN FT Unsoed) Kata akh Panji, "Awali dengan Bismillaah. ...