Bismillaah
Hai!
Jadiiii. Tulisan ini aku buat karena banyak banget calon mahasiswa baru yang menanyakan hal seperti judul tulisanku ini. Sampai aku copas copas aja penjelasannya :)
Okey. Sepertinya memang perlu dijelaskan. Aku hanya akan membahas kampusku karena aku ngga kenal kampus orang lain. Hehe :)
Sistem pembayaran uang kuliah per
semester di Fakultas Kedokteran Unsoed adalah UKT (Uang Kuliah Tunggal) di mana
pembayarannya itu per semester dan sudah termasuk biaya almamater, ujian,
praktikum, dan sebagainya. Jadi kamu cuma bayar satu kali setiap satu semester
dan tidak ada lagi biaya lainnya.
"Ada uang masuknya ngga,
Kak?"
Okay.
Aku paham yang kalian maksud adalah
uang pangkal yaitu uang yang harus dibayarkan ketika pertama masuk atau
diterima di jurusan yang dipilih. Uang pangkal ini memang terkenal menyeramkan
di telinga banyak calon maba dan orang tua calon maba karena nominalnya yang
biasanya fantastis, apalagi untuk fakultas kedokteran.
Nah di FK Unsoed ini juga ada uang
pangkal, TAPI HANYA UNTUK yang diterima melalui Jalur SPMB atau jalur mandiri
di mana ujian masuknya dilakukan langsung oleh universitas bukan oleh
Kemenristekdikti RI.
Jenis ujian seleksi masuk PTN itu,
seperti yang mungkin kalian udah paham banget, kan ada 3, yaitu SNMPTN (Seleksi
Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk
Perguruan Tinggi Negeri), dan Ujian Mandiri. Nah... Kalau kamu diterima di FK
Unsoed lewat SNMPTN atau SBMPTN, kamu terbebas dari uang pangkal yang
mengerikan.
Lalu, the next most frequently asked
question iiiis "UKT nya berapa, Kak?"
Baiklah. Biar jelas, ini aku
lampirkan link SK Biaya Pendidikan Unsoed yaa, masih sama kok sampai pas tahun
aku masuk (2019).
http://spmb.unsoed.ac.id/sites/default/files/Lampiran_SK_Biaya_Pendidikan.pdf
Nah bisa dilihat yaa, di situ ada pembagian ke dalam beberapa golongan, yaitu I, II, ..... VII. Terlihat dari golongan I sampai VII nominalnya semakin besar. Jadi, setiap dari kalian mungkin UKT nya berbeda. Besaran UKT ini didasarkan pada penghasilan orang tua kalian. Semakin besar penghasilan orang tua, ya semakin besar UKT yang harus dibayar tiap semesternya.
"Kak, kalau gaji orang tuaku segini, kira-kira aku golongan berapa?". Maaf aku tidak bisa memenuhi keinginan kalian untuk mengetahui itu. Soalnya, nanti pihak kampus akan mempertimbangkan berbagai hal juga, seperti berapa saudara kandung kamu, yang mana dapat mempengaruhi besaran UKT. Jadi kamu harus masuk dulu, barulah tahu.
"Loh, Kak, itu apa Biaya Kuliah
Tunggal yang sampe 20an juta itu? Ayahku ngga punya uang sebanyak itu :(.
". Tenang gais, tenang! Jadi, dulu
aku pernah bertanya kepada pihak kampus langsung mengenai BKT ini. Nah mereka
bilang, BKT ini HANYA UNTUK MENGINFORMASIKAN fakta berapa besarnya biaya yang
sebenarnya dibutuhkan oleh jurusan untuk dapat melaksanakan perkuliahan dengan
maksimal. Nah karena kita ini PTN, maka BKT itu ENGGA ADA. Karena, BKT itu
di-cover atau ditutupi atau dibantu oleh pemerintah yang mulia hatinya.
Jadi ya yang perlu kita bayar CUKUP
UKT DI TIAP SEMESTER saja.
Gimana? Cukup jelas, temen-temen?
Ini aku jelaskan berdasarkan yang
aku tahu, baik berdasarkan pengalaman tahun lalu maupun bertanya pada pihak
kampus.
"Jadi dokter itu susah. Otak
sama duit harus maju bareng." - Anonim -
Otaknya betul sih, tapi engga dengan
duitnya. Engga sepenuhnya betul, engga sepenuhnya salah. Kalau kalian
bisa membunuh saingan kalian dan berhasil lolos SNMPTN atau SBMPTN, cukup
amanlah duit lian!
Bisa komentar langsung di bawah
kalau ada yang mau ditanyakan, atau hubungi aku lewat instagram :
@pujiastutiretno123
See ya, future doctor!